Breaking News

Mahasiswa Kehutanan Universitas Jambi Gelar Sosialisasi Konservasi Ekosistem Hutan di SMA Negeri 2 Kota Jambi

Saat sosialisasi ke SMA N 2 Kota Jambi


MEDIA ROTASI, JAMBI - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan pentingnya edukasi sejak dini mengenai konservasi alam, mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Jambi melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Konservasi Ekosistem Hutan” di SMA Negeri 2 Kota Jambi. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktikum mata kuliah Konservasi Sumberdaya Hutan semester genap tahun akademik 2025/2026 yang bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup. 

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan oleh tiga mahasiswa Jurusan Kehutanan, yaitu Bibit Lestari, Benjamin Torang Tambun, dan Yudi Saputra, dengan bimbingan dosen pendamping dari Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah disambut dengan antusias oleh pihak sekolah maupun para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Materi yang disampaikan dikemas secara menarik dan komunikatif sehingga mudah dipahami oleh para pelajar.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan bahwa konservasi ekosistem hutan merupakan upaya perlindungan, pengawetan, serta pemanfaatan sumber daya hutan secara lestari untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlangsungan kehidupan manusia. Hutan memiliki peran yang sangat penting sebagai paru-paru dunia, penyimpan cadangan air, pengendali iklim, serta habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. 

Selain membahas pengertian konservasi, peserta sosialisasi juga diberikan pemahaman mengenai fungsi-fungsi hutan berdasarkan peruntukannya, seperti hutan lindung, hutan konservasi, dan hutan tanaman industri. Penjelasan ini bertujuan agar siswa dapat memahami bahwa setiap kawasan hutan memiliki fungsi dan manfaat tersendiri bagi kehidupan manusia maupun ekosistem alam secara keseluruhan. 

Tidak hanya itu, mahasiswa juga memperkenalkan beberapa kawasan konservasi penting yang berada di Provinsi Jambi, seperti Taman Nasional Kerinci Seblat yang terkenal dengan kawasan pegunungan dan keanekaragaman hayatinya, Taman Nasional Berbak yang memiliki ekosistem rawa gambut, Taman Nasional Bukit Duabelas sebagai habitat Orang Rimba, serta Taman Nasional Bukit Tigapuluh yang menjadi lokasi konservasi dan reintroduksi orangutan.  Melalui pengenalan tersebut, siswa diajak untuk lebih mengenal kekayaan alam daerahnya sendiri sekaligus memahami pentingnya menjaga kawasan konservasi dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan.

Pada sesi berikutnya, mahasiswa menjelaskan berbagai dampak negatif akibat kerusakan hutan dan aktivitas deforestasi yang terjadi di Indonesia. Dampak tersebut meliputi hilangnya kesuburan tanah, terganggunya siklus air, meningkatnya risiko banjir dan longsor, serta hilangnya habitat alami satwa liar yang dapat menyebabkan kepunahan flora dan fauna tertentu.  Selain dampak lingkungan, kerusakan hutan juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang besar bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat lokal yang kehidupannya bergantung pada sumber daya hutan. 

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga menyampaikan dasar hukum mengenai pengelolaan dan perlindungan kawasan hutan di Indonesia, termasuk penjelasan mengenai penataan batas kawasan hutan, pemetaan kawasan, hingga penetapan kawasan hutan sesuai peraturan yang berlaku.  Penyampaian materi ini bertujuan agar siswa memahami bahwa pelestarian hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat, termasuk generasi muda.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para siswa terlihat aktif bertanya mengenai isu lingkungan yang saat ini banyak terjadi, seperti kebakaran hutan, illegal logging, hingga dampak perubahan iklim. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya rasa ingin tahu siswa terhadap permasalahan lingkungan di sekitar mereka. Mahasiswa pun mengajak siswa untuk mulai menerapkan kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik, melakukan penghijauan, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa Jurusan Kehutanan Universitas Jambi berharap dapat menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab generasi muda terhadap pelestarian lingkungan hidup. Edukasi mengenai konservasi hutan dinilai sangat penting karena generasi muda merupakan penerus yang akan berperan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam di masa depan.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menjalankan peran pengabdian kepada masyarakat melalui penyebaran ilmu pengetahuan dan edukasi lingkungan. Dengan adanya sosialisasi seperti ini, diharapkan semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan demi menciptakan lingkungan yang sehat, lestari, dan berkelanjutan bagi kehidupan mendatang. (*)

0 Komentar

Advertisement

Cari Berita Anda Disini

Close